Friday, 27 March 2015

Tinggalkan Kenyamanan Demi Kesuksesan Besar

Posted by Riky Rizal


Suatu hari penulis mengikuti pertemuan dengan leader penulis di Prudential. Pertemuan itu juga diikuti seluruh agen di bawah naungan leaderku tersebut yang biasa di panggil pak yan. Cukup lumayan lama juga tidak hadir disetiap pertemuan yang biasanya diadakan pada sabtu atau senin tiap pekannya.

Agenda pertemuan biasanya diisi dengan sharing dari sesama agen, atau cerita pengalaman yang di rasakan oleh leader yang mungkin agen-agen baru prudential InsyaAllah akan mengalaminya suatu saat nanti. Ternyata agen-agen yang hadir lainnya lebih banyak pengalamannya dari penulis, sehingga penulis lebih banyak mendengarkan saja, agar banyak ilmu yang terserap.

Sebenarnya sudah sejak lama, agen yang merekrut penulis untuk bergabung, tapi karena banyak pertimbangan akhirnya baru 2 bulan yang lalu baru ujian Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Itu pun setelah merasakan betapa nikmatnya menjadi seorang marketer yang telah memasarkan beberapa puluh mesin EDC bank terbesar di Indonesia. Sehingga, kekhawatiran atas ketidakmampuan menjual asuransi tidak menjadi penghalang lagi. Bahkan menjual barang apa pun saat ini tidak menjadi kendala bagi penulis, kata orang minang....udah bermuka badak, he..he... tapi pengalamannya masih baru, masih perlu belajar banyak.

Kembali ke pokok cerita. Satu hal dari beberapa hal yang bisa kutangkap dari cerita leader penulis adalah " Mau Pilih Sukses Nanti atau Nyaman sekarang ? ". Lanjut leader penulis bercerita, beliau suatu ketika, mendengarkan suatu penyampaian dari seseorang pemateri tentang hal ini. Ini sebenarnya sebuah pilihan yang mesti kita pilih. Yang namanya pilihan harus menghilangkan atau merelakan salah satunya.

Ketika kita memilih "Nyaman", maka kita tidak akan bisa sukses. Nyaman membuat kita tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Kita merasa sudah serba cukup, serba ada. Dan kita tidak termotivasi untuk bangkit, bahkan untuk menghadiri seminar peluang usaha pun tidak perlu lagi rasanya. 

Akan tetapi, jika kita memilih untuk "Sukses", maka kenyaman tidak akan kita temukan, kita mesti ikhlas merelakannya pergi. Sebuah contoh, ketika penulis sudah membuat janji dengan nasabah pada hari sekian dan jam sekian, ternyata ketika hampir mendekati waktu yang telah ditentukan, ternyata kondisi saat itu sedang hujan lebat. Apabila penulis memilih "Nyaman", maka mungkin penulis akan menelpon nasabah tersebut dan bilang pertemuan kita tunda saja ya Bpk/Ibu. Nasabah pun ketika mendengar alasan kita, mungkin juga akan berfikiran "emangnya siapa yang perlu, saya atau dia", dan memandang kita kurang serius, dan kurang semangat.

Hal yang berbeda ketika disaat hujan yang lebat kita berupaya untuk tepat waktu, maka sang nasabah pun mungkin akan merasa bahagia menyambut kita, merasa haru mungkin juga di rasakan. Halangan yang berat, tapi kita tetap tempuh demi menghargai janji ketemu dengan nasabah. Sang nasabah tersebut pastinya akan tambah salut kepada kita, apa pun yang kita tawari mungkin nasabah akan mau menerimanya, tidak hanya itu...seluruh makanannya di rumah pun mungkin akan di tawari ke kita.

Sekarang tinggal kita saja, tinggalkan kenyamanan demi sebuah kesuksesan besar.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentarnya, mohon jangan tinggalkan link aktif dan spam ya.
Terima kasih.